LEISA : Mendapat Keuntungan Maximum dari Pola Integrasi Perkebunan Kelapa Sawit & Peternakan

INDONESIA BERTANAM

Integrasi ternak ke dalam perkebunan kelapa sawit dilakukan dengan pendekatan konsep LEISA (Low Ekternal Input System Agriculture), di mana ketergantungan antara tanaman perkebunan dan ternak dapat memberi keuntungan pada kedua subsektor tersebut. Oleh karena itu, program keterpaduan antara kelapa sawit dan ternak ruminansia harus didukung dengan penerapan teknologi yang tepat/sesuai sehingga produksi yang dihasilkan dapat lebih efisien, berdaya saing dan berkelanjutan.

Pada dasarnya sistem keterpaduan ini menjadikan daur ulang “resource driven” sumber daya yang tersedia secara optimal. Hasil samping dari limbah perkebunan dapat dimanfaatkan sebagai bahan pakan ternak, sedangkan kotoran ternak dan sisa pakan serta hasil panen yang tidak dapat digunakan untuk pakan dapat didekomposisi menjadi kompos sebagai penyedia unsur hara untuk meningkatkan kesuburan lahan. Kondisi produktivitas ternak sangat tergantung kepada ketersediaan pakan yang berkualitas untuk mendapatkan produksi yang optimal. Kekurangan zat nutrisi pakan akan mempengaruhi seluruh fungsi faali tubuh, yang mana sampai dengan 95% dipengaruhi…

Lihat pos aslinya 1.145 kata lagi

Iklan